ULU PAMPANG
Dalam sejarah blambangan di kenal pelabuhan besar bernama Ulu Pampang yang tepat berada di Teluk Alas Purwo. Masuk dalam wilayah administratif Balai Taman Nasional Alas Purwo dengan dominasi vegetasi bakau.
Situs yg tersisa adalah bekas bangunan yg berada di kedalaman bukit di tengah hutan bakau yang di kelingi tanaman bakau. Sekitar bukit akan terwndam air laut namun hanya bukit ini yg tersisa saat debit air naik.
Ulu Pampang telah tertutup secara alami, pelabuhan besar bergeser ke pelabuhan Muncar yang sekarang fokus pada pelabuhan ikan. Pelabuhan ini dekat dengan pusat kerajaan Blambangan Hamuncar yg masih di tandai dengan adanya Situs Ompak Songo dan Situs Siti Hinggil (terkenal dengan Setinggil).
Apakah bukti sejarah di Muncar dan Tegaldlimo (sekarang) harus di lupakan oleh kita yang NUMPANG di tanah merdeka berjuluk Indonesia.
Mengadopsi yang di sampaikan oleh Bapak Iskandar Zulkarnain dalam forum kebangsaan, Negeri merdeka adalah milik mereka yang berjuang memerdekakannya. Kita? Kita hanya MENUMPANG karena Pemimpin revolusi menyampaikan "KUTITIPKAN BANGSA KEPADAMU" bukan memberikan.
Sudahkah kita sadar bahwa kita hanya di titipi, tapi kita sudah mengubah bentuk, mengurangi dan menambah, bahkan merubah aturan aturan fundamental karya Leluhur yang BERJUANG dengan nyawa. Mengatasnamakan rakyat. Pertanyaannya : Rakyat yang mana???
Pelajari sejarahmu
Yang tersembunyi
Sumber : Sunya Nora Yuganing Wong
Editor : Ki Gede Banyualit
Uplader : Utomo Kala Srenggi
Situs yg tersisa adalah bekas bangunan yg berada di kedalaman bukit di tengah hutan bakau yang di kelingi tanaman bakau. Sekitar bukit akan terwndam air laut namun hanya bukit ini yg tersisa saat debit air naik.
Ulu Pampang telah tertutup secara alami, pelabuhan besar bergeser ke pelabuhan Muncar yang sekarang fokus pada pelabuhan ikan. Pelabuhan ini dekat dengan pusat kerajaan Blambangan Hamuncar yg masih di tandai dengan adanya Situs Ompak Songo dan Situs Siti Hinggil (terkenal dengan Setinggil).
Apakah bukti sejarah di Muncar dan Tegaldlimo (sekarang) harus di lupakan oleh kita yang NUMPANG di tanah merdeka berjuluk Indonesia.
Mengadopsi yang di sampaikan oleh Bapak Iskandar Zulkarnain dalam forum kebangsaan, Negeri merdeka adalah milik mereka yang berjuang memerdekakannya. Kita? Kita hanya MENUMPANG karena Pemimpin revolusi menyampaikan "KUTITIPKAN BANGSA KEPADAMU" bukan memberikan.
Sudahkah kita sadar bahwa kita hanya di titipi, tapi kita sudah mengubah bentuk, mengurangi dan menambah, bahkan merubah aturan aturan fundamental karya Leluhur yang BERJUANG dengan nyawa. Mengatasnamakan rakyat. Pertanyaannya : Rakyat yang mana???
Pelajari sejarahmu
Yang tersembunyi
Sumber : Sunya Nora Yuganing Wong
Editor : Ki Gede Banyualit
Uplader : Utomo Kala Srenggi
Komentar
Posting Komentar