Postingan

Menampilkan postingan dengan label sejarah

FITNAH TERHADAP BALAMBANGAN (Bagian IV)

Gambar
Sebelum memasuki bagian keempat dari daftar Fitnah Terhadap Balambangan ini, perlu kiranya penulis ingatkan bahwa, segala apa yang kami tulis selama ini, sama sekali tidak untuk menyalahkan atau membantah asumsi mayoritas publik penggemar sejarah atau cerita atau bahkan mitos dan dongeng tentang Balambangan. Kami hanya mengajak berfikir saja, terhadap apa yang sama-sama kita cintai dan kita banggakan tersebut. Balambangan. Maka kali ini, kita akan membahas tentang Fitnah keempat. Fitnah paling lucu tentang Balambangan, dimana setelah sebelumnya Balambangan kita ini dituduh sebagai Penculik Gadis, Pencuri Keris, juga difitnah Tidak tahu Budi, dan difitnah sebagai sebab Runtuhnya Majapahit dalam Paregrek. Kesan yang dibangun adalah Balambangan musuh besar Majapahit. Begitu bukan? Disinilah lucunya. (4) Runtuhnya Majapahit 1478 (Brawijaya BUTUH bantuan Balambangan) Inilah cerita tentang runtuhnya Majapahit tahun 1478 yang kata Sejarawan Belanda Penjajah, hancurnya Majapahit karena sera...

HARJABA ATAU HARJAKABA ?

Gambar
Usia Banyuwangi sudah 247 tahun! Ini usia Kota Banyuwangi apa Kabupaten Banyuwangi? Kalau disebut HARJAKABA (Hari Jadi Kabupaten Banyuwangi), mungkin benar. Tapi untuk disebut HARJABA, ah nanti dulu! Dalam tulisan ini, aku tidak bermaksud menggugat perayaan dan peringatan HARJABA, tidak. Sepenuhnya aku mendukung, dan buktinya aku selalu berusaha untuk bisa menghadiri event yg berkaitan dengannya. Walaupun kenyataannya yang kita peringati adalah HARJAKABA dan bukan HARJABA. Lalu apa beda HARJABA dengan HARJAKABA? Begini saudaraku. HARJABA 18 Desember 1771 ini menurut Suhalik dalam bukunya Lingkar Waktu, disepakati oleh para pemangku kepentingan kala itu sehingga identik dengan faktor perlawanan terhadap VOC agar lebih patriotik. Maka jatuhlah pilihan itu pada peristiwa kemenangan Mas Rempeg dalam salah satu babak Perang Bayu, 18 Desember 1771. Dari sini saja tidak ada hubungannya dg Berdirinya Kabupaten Banyuwangi yang menurut catatan De Jonge yang diamini oleh Sejarawan UGM Sri Marga...

FITNAH TERHADAP BALAMBANGAN (Bagian III)

Pada pembahasan sebelumnya kami telah memaparkan dua fitnah tentang Balambangan, yakni Balambangan difitnah sebagai penyebab runtuhnya Majapahit dalam Paregrek 1401-1406 dan Balambangan difitnah tak tahu terimakasih atas bantuan Syaikh Maulana Ishaq. Hari ini kita akan melihat dua fitnah lagi. Kali ini Balambangan difitnah sebagai pelaku kriminal. Adipati Balambangan dituduh mencuri keris pusaka Majapahit dan juga dituduh menculik salah satu Puteri Majapahit. Heran, kenapa juga para penulis jaman klasik suka banget meng-antagonis-kan Balambangan dalam karya mereka. Ceritanya begini. (3) Keris Pusaka Majapahit Dicuri (Balambangan Pencuri?) Kisah ketiga adalah kisah tentang hilangnya keris pusaka Majapahit, Kyai Sangkelat, yang katanya dicuri oleh Raja Balambangan yang entah siapa nama Raja Balambangan yg dituduh itu, karena pengarang cerita tidak menyebutkan nama. Yang jelas, kemudian raja Majapahit, yang lagi-lagi bernama Brawijaya, mengutus Mpu Supo untuk mencurinya kembali dari ...

FITNAH TERHADAP BALAMBANGAN (Bagian II)

Gambar
Fitnah kedua terhadap Balambangan kali ini seperti berusaha menunjukkan bahwa kerajaan di ujung timur Jawa ini seolah tidak tahu Budi. Ini adalah kisah tentang Syaikh Maulana Ishaq. (2) Syaikh Maulana Ishaq (Apa salah Syaikh Maulana Ishaq pada Balambangan?) Terdapat satu cerita tentang wabah yang melanda Balambangan sekitar abad XIV. Kisah ini dimuat dalam Babad Walisongo dan Babad Tanah Jawi. Dalam kisah itu, hadirnya Syaikh Maulana Ishaq adalah sebagai penolong penduduk Kadipaten untuk sembuh dari wabah. Disana dikisahkan bahwa Kadipaten Balambangan tengah diserang wabah lalu Adipati mengadakan swayamwara. Jadi sang Adipati MENGUNDANG siapapun yang bisa mengobati rakyat dan terutama puterinya yang juga terjangkit wabah. Singkat cerita, Sang Syaikh berhasil mengobati bukan hanya Puteri sang Adipati yang bernama Dewi Sekardadu atau Dewi Kasiyan itu, tapi bahkan seluruh rakyat Balambangan akhirnya tertolong. Dan sebagaimana janji sang Adipati sendiri, Sang Syaikh dinikahkan dengan S...

FITNAH TERHADAP BALAMBANGAN (Bagian I)

Gambar
Sejarah seharusnya membuat kita belajar dan sadar akan pentingnya mempersiapkan masa depan dengan lebih baik. Sejarah seharusnya memberi kita arah untuk menjadi lebih baik, lebih cerdas mengambil langkah di masa kini dan masa depan. Sejarah seharusnya menjadi sumber motivasi bagi siapapun yang mempelajarinya. Begitu pentingnya sejarah sampai-sampai dalam kitab suci 75% isinya adalah sejarah. Namun sayangnya karena kepentingan sesaat sejarah hanya menjadi alat untuk memperkuat dan melanggengkan kekuasaan, akibatnya tidak sedikit fakta-fakta yang tidak diungkap secara utuh, ada yang ditutup-tutupi, dimanipulasi, bahkan sengaja dihapus. Ada banyak kepentingan yang bermain dalam penulisan sejarah, terutama masalah politik. Demikian pula sejarah Balambangan. Pokok kalau Balambangan itu, harus salah dan harus kalah. Contoh... 1. Paregrek 1401-1406 (Balambangan penyebab hancurnya Majapahit?) Setiap kita membaca sejarah Majapahit, maka pada bagian akhir akan menemukan rangkaian kalimat yan...

SEJARAH DESA BENCULUK (Bagian 2)

Gambar
BENCULUK IBUKOTA TERAKHIR Pasca Perang Bayu 1771-1774, Belanda mengangkat Bupati Baru untuk Kabupaten Blambangan atau Blambangan Timur. Dalam buku Lingkar Waktu, Suhalik menyebutkan bahwa tanggal 7 Desember 1773 terdapat resolusi pengangkatan Mas Alit sebagai Adipati Blambangan oleh VOC, yang mana pusat pemerintahannya adalah di Benculuk. Mengapa di Benculuk, menurut Samsubur dalam buku Sejarah Kerajaan Blambangan, karena bupati sebelumnya yani Tumenggung Jakasanegara (1772-1774) berkedudukan di Benculuk, maka Mas Alit tinggal meneruskan dan menempati bekas kediaman Tumenggung Jaksanegara di Benculuk. Artinya, sebelum Mas Alit, Tumenggung Jaksanegara juga bertempat di Benculuk. Kantor Desa Benculuk Ibukota di Benculuk ini hanya sementara, karena oleh Gezaghebber Luzac dianggap terlalu jauh dari pantai dan terancam oleh sisa-sisa para pejuang Balambangan. Selanjutnya diusulkanlah tiga daerah sebagai calon ibukota baru: 1. Lateng, 2. Lopampang, 3. Pakisiram, Atau tempat la...

PARA PENGAWAL GUNUNG BAYU

Gambar
Balambangan telah kehilangan raja terakhirnya, setelah Pangeran Balambangan III Agung Wilis pada tanggal 18 mei 1768 tertangkap di Banyualit dan kemudian dibuang bersama puteranya, Mas Stradi, ke Banda. Namun hal itu bukan peperangan terakhir di Balambangan, justeru menjadi awal perang sporadik yang akan bertubi-tubi sampai 37 tahun kemudian. Keadaan yang sulit di Balambangan tersebut sampai membuat Gubernur Jenderal kompeni di Batavia, P.A. van der Parra meminta saran dari Pangeran Orange di Negeri Belanda. Dia mengatakan bahwa dirinya dan anak buahnya sudah tidak tahu lagi, apa yang harus mereka perbuat untuk menundukkan Balambangan. Seusai Agresi Militer kedua kompeni tahun 1768, Gezaghebber Joan Everard Coop a Groen kembali ke Surabaya. September 1769 dia tewas karena wabah aneh. Pengganti Joan Everard Coop a Groen sebagai Gezaghebber Surabaya adalah Hendrik Breton. Dia mengangkat Jacop Guttenberger dan Johan Gotlieb Jenengen sebagai Residen sementara di Balambangan yang menjabat...

SEJARAH DESA BENCULUK (Bagian 1)

Gambar
BUAHAN JOLOK DARI BENCULUK Oleh: M. Hidayat Aji WR. Jika ada nama desa yang benar-benar asli Blambangan dan tidak mengalami perubahan ejaan maupun tulisan, salah satu yang patut disebut terlebih dahulu diantara desa-desa tua itu adalah Benculuk. Hal ini karena semua catatan, baik catatan Lokal, catatan Belanda, catatan Bali, bahkan cerita lisanpun menyebutnya Benculuk. Walaupun orang Banyuwangen pengucapannya menjadi Bencolok, tetapi penulisanya tetap Benculuk. KESALAHAN DALAM CERITA TUTUR Dalam cerita rakyat disebutkan bahwa, desa ini disebut Benculuk berawal dari kisah Mataram Menaklukkan Balambangan. Pemimpin pasukan Mataram adalah Pangeran Mas Jolang (1601-1613) dan Juru Martani (lahir: ? - wafat: 1615). Sementara Balambangan dalam cerita itu disebutkan dipimpin oleh Prabu Siung Laut dan patihnya Jatasura. Diceritakan untuk melawan pasukan Mataram maka sang raja memerintahkan kepada Patih Jatasura dan Adipati Asembagus, Hario Bendung. Dalam pertempuran itu, Mas Jolang bersama ...

LINTAS KOMUNITAS GELAR SARASEHAN DUKUNG WONG AGUNG WILIS JADI PAHLAWAN NASIONAL

Gambar
Banyuwangi- Berawal dari kegelisahan para pegiat sejarah di Kabupaten Banyuwangi tentang tidak adanya sosok pahlawan Nasional dari kota Gandrung, ahirnya beberapa komunitas pegiat sejarah megadakan sarasehan yang bertema "A dakah Sosok Tokoh Pahlawan Blambangan". Dan ahirnya Sarasehanpun sukses digelar pada hari kamis (20/9) di Pendopo Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kab. Banyuwangi. Acara yang dibuka oleh P. Choirul Ridho ini digelar pada pukul 13:30 WIB, terbukti mampu menarik hampir seratusan orang dari berbagai komunitas dan umum untuk menghadiri dan ikut serta dalam mengsukseskan pengajuan nama sosok tokoh pahlawan dari bimi Balambangan. Dalam paparan awal yang disampaikan oleh bapak Samsubur seorang sejarawan senior asal kecamatan Kalibaru mengatakan setidaknya ada tiga tokoh yang pantas dijadikan " Pahlawan dari  Bumi Balambangan", yakni Wong Agung Wilis, Mas Ayu (sayu) Wiwit, dan Mas Rempeg (pangeran Jogopati). tetapi yang paling lengkap datanya baik dar...

KEBOAN ALIYAN, RITUAL ADAT KUNO YANG MAMPU BERTAHAN RATUSAN TAHUN

Gambar
Rogojampi. Minggu pagi (16/9) suasana desa Aliyan kecamatan Rogojampi Banyuwangi nampak lebih ramai dibandingkan biasanya, rumah-rumah dihiasi dengan gapura bambu dan janur kuning, juga membunyikan lagu-lagu tradisional lewat pengeras suara, nampak juga sejumlah warga menggelar tikar dan tumpeng di jalan desa. Bukan tanpa alasan warga desa Aliyan melakukannya, tak lain adalah untuk ritual adat tahunan Keboan , yang diadakan setiap Awal bulan Suro pada penanggalan jawa. Acara pagi itu diawali dengan syukuran di jalan desa yang dipimpin langsung oleh tokoh agama setempat lewat pengeras suara yang ada di masjid. Seolah tanpa dikomando puluhan warga tiba-tiba kesurupan dan bertingkah layaknya kerbau. Badannya kaku dengan tangan mengepal di dada. merekapun berlari mencari kubangan yang telah disediakan sebelumnya oleh warga desa di ikuti oleh anggota keluarga yang lain yang yelah siap dengan membawa ember berisi air bersih untuk membersihkan kepala anggota keluarganya yang kerasukan. Di...

TAWANGALUN II, TRUNOJOYO, KARAENG GALESONG - TRIO PENGHANCUR MATARAM

Gambar
TAWANGALUN, TRUNOJOYO, DAN KARAENG GALESONG (Trio penghancur Mataram) Pelarian Karaeng Galesong ke tanah Jawa dikarenakan kekalahan kerajaan Gowa oleh Belanda pada tahun 1669. Ia tidak ingin berada di bawah jajahan Belanda, karenanya memilih untuk meninggalkan tanah Gowa bersama beberapa kerabat kerajaan. Mereka antara lain Karaeng Tallo Sultan Harun Arrasyid Tumenanga ri Lampana dan Daeng Mangappa, saudara kandung Karaeng Tallo. Dua lainnya paling terkenal adalah Karaeng Galesong Tumenanga Ritappana, dan Karaeng Bontomarannu Tumma Bicara Butta Gowa. Kerajaan Gowa yang mahsyur berabad di kaki pulau Sulawesi itu, akhirnya takluk di moncong meriam Kompeni Belanda. Di daerah Bungaya, pada tahun 1667 I Mallombassi Daeng Mattawang, Sultan Hasanuddin bersimpuh pada klausul Bungaya (cappaya ri Bungaya) walau sangat merugikan kerajaan. 15 benteng di sepanjang pesisir selatan runtuh, petinggi kerajaan ramai-ramai tunduk pada Belanda. Sejarah menuturkan, perjuangan Karaeng Galesong berlanjut ...

GESAH REMBUK SEJARAH DESA ALIYAN

Gambar
Anton Sujarwo, SE. Kepala Desa Aliyan ROGOJAMPI- Sabtu malam 8/9 suasana Desa Aliyan kecamatan Rogojampi ramai oleh masyarakat desa setempat guna acara Gesah Rembuk Sejarah Desa Aliyan yang digagas oleh Kepala Desa Aliyan ini dihadiri sejumlah Anggota komunitas Blambangan Kingdom X-Plorer (BKX), Banjoewangi Tempoe Doeloe (BTD), budayawan Banyuwangi Fatah Yasin Noor, Gus Reza cucu dari pendiri ponpes Cemoro Songgon serta seluruh elemen masyarakat dan pemuda Desa Aliyan. Dalam pemaparannya Aji Wirabhumi dari komunitas BKX mengatakan, bahwa dari pelbagai sumber catan kuno ada beberapa poin terbentuknya Desa Aliyan. Pertama terbentuknya Desa Aliyan ada bebarengan dengan Hijrahnya Mas Raka/ Prabu Tawangalun II dari Kuthadawung (paleran, Umbulsari, Jember) kepetapaan Bayu dan Mendirikan Kutha Macan putih pada kisaran tahun 1655-1661, disaat itu masih bernama Alihan Kedua, Alihan pada saat perang Bayu 1771-1774 dipimpin ki oleh Ki Kidang Garingsing dan Ki Girisena....

DAFTAR DESA KUNO DI BANYUWANGI ABAD KE.17

Sebagaimana disebutkan dalam Babad Bayu, dan catatan sensus penduduk oleh VOC seperti ditulis Dr( Leiden) Sri Margana dalam Java Last Frontier , masih sama dengan nama yg biasa digunakan pada masa Singosari, Dhadhap (Kidang Wulung),= Dadapan Rewah-Sanji (Kidang Wulung Suba/Kuwu (Kidang Wulung), =Sobo Songgon (Ki Sapi Gemarang), = Songgon Tulah (Ki Lempu Putih), = Kadhu (Ki Sidamarga), = Derwana (Ki Kendit Mimang),=Derwono Mumbul (Ki Rujak Sentul),= Tembelang (Ki Lembupasangan), =Tembelang Bareng (Ki Kuda Kedhapan),=Bareng Balungbang (Ki Sumur Gumuling), =Belumbang Lemahbang (Ki Suranata),= Lemahbang Gitik (Ki Rujak Watu),= Gitik Banglor (Ki Suragati),= Labancina (Ki Rujak Sinte),=Labancina Kabat (Ki Pandholan),= Kabat Kapongpongan (Ki Kamengan),=Popongan Welaran ( Ki Jeladri),=Welaran ( Banyuwangi Jln Panderejo ?) Tambong (Ki Reksa), = Tambong Bayalangun (Ki Sukanandi), =Boyolangu Desa Penataban (Ki Singadulan),= Penataban Majarata (Ki Maesandanu),=Mojoroto Cung...

TERBELAHNYA BALAMBANGAN MENJADI ENAM KABUPATEN

Gambar
Sejak dibentuk tahun 1352, Balumbunan hanyalah sebuah desa di kaki Gunung Lumbu. Kemudian menjadi Perdikan pascaperang Nambi 1331, yang seiring berjalananya waktu dan perkembangan jumlah penduduk, maka dinaikkan statusnya menjadi sebuah Kadipaten, dipimpin oleh Sri Bima Chili Kepakisan. Dia ditunjuk karena jasanya pada Kemaharajaan Nagara Jawa/Majapahit. Arsip BKX Babad Dalem di Bali dan Suluk Balumbung yang menyebut tentang tokoh bernama Bima Chili Kepakisan berkuasa di Balumbunan tahun 1340 (Babad Dalem) atau 1352 (Suluk Balumbung) sebagai asal muasal Balambangan. Sedangkan Babad Sembar menyebutkan bahwa Balambangan dimulai dari Lembu Mirudha dan Mas Sembar di Lumajang sebagai asal-usul Balambangan. Mana yang lebih tepat? Menurut tafsir penulis, keduanya dapat dibenarkan karena _"wit perkawit tanah Lumajang seanteornipun kadadosaken Nagari Balambangan_". Jadi, baik Lamajang dan Balumbunan kemudian menjadi satu dengan nama Balambangan. Lalu siapa yang mempersatuk...

KURANGNYA PERHATIAN MEMBUAT SITUS CAGAR BUDAYA TERBENGKALAI

Gambar
SEMPU- Dalam eksplore tim komunitas pencinta sejarah Blambangan Kingdom X-plorer (BKX)di Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu kemarin (8/7), tim ini mengujungi salah satu peninggalan cagar budaya di Dusun Krajan yakni di situs Shiva Lingga. Namun setelah sampai dilokasi situs tim BKX di buat prihatin dengan kurang terawatnya situs ini karena dilokasi sangat dipenuhi oleh tanaman semak belukar yang cukup tinggi. Wahid salah seorang anggota tim BKX mengatakan bahwa seharusnya tempat cagar budaya tidak seperti ini. terlebih situs ini sudah dilindungi undang undang cagar budaya oleh pemerintah pusat. Wahid menambahkan dengan kurang terawatnya situs ini membuat cepat rusaknya batu bata kuno yang dilokasi, terlebih usia situs lebih dari 1000tahun, karena situs ini adalah sebuah candi yang diduga peninggalan dari Maha Rhsi Markandya pada abad ke 7 masehi dalam menyebarkan ajaran Hindu sebelum mencapai pulau bali. Lebih lanjut ditambahkan oleh Wahid, dengan kondisi semacam ini akan men...

JEJAK PERADABAN DI ALIYAN

Gambar
Tanggal 22 april 2018 yg lalu, Komunitas Pegiat Sejarah yang beraktifitas di seluruh Tapal Kuda, Blambangan Kingdom X-plorer (BKX) melakukan ekspedisi ke bekas peninggalan peradaban kuno di daerah Watugong (Srono) dan Aliyan (Rogojampi). Ekspedisi kali ini dilakukan setelah mendengar informasi dari masyarakat tentang adanya beberapa titik yang dicurigai sebagai situs. Kunjungan pertama tim BKX adalah ke lokasi bekas penemuan watu gong di desa Watugong Srono. Konon Bunyi suara gamelan sering terdengar setiap malam-malam tertentu dari tempat tersebut. Namun, sumber bunyi itu masih menjadi misteri. Warga mempercayai sumber suara berasal dari Situs Watu Gong yang ada di area sekitar lahan tegalan warga. Disebut Watu Gong oleh warga karena bentuknya menyerupai alat gamelan. Mulai dari yang berukuran kecil hingga besar. "Disini dulu memang ada batu-batu berbentuk seperti alat musik gong." tutur Kang Jul, budayawan setempat. Penamaan Batu Gong karena bagian atas dari bat...

SUMUR MAJAPAHIT DESA RAMBAN BONDOWOSO

Gambar
Bondowoso- Sejarah perjalanan Prabu Hayam wuruk pada tahun 1281 saka atau tahun 1359 masehi selama ini memang masih menjadi tanda tanya besar. Salah satu sumber tertulis hanyalah sebuah kitab bernama Negara Krtagama yang ditulis Empu Prapanca atau yang nama aslinya Dang Acarya Nadendra. Dalam kitab yang berisi tentang kondisi kerajaan majapahit dengan sosio politiknya juga berisi rute perjalanan sang Prabu mengunjungi daerah daerah bawahannya di jawa timur. Salah satu daerah yg menjadi jalur perjalanan ini adalah Pakembangan (Bondowoso sekarang) disana sang Prabu menginap sebelum menuju Patukangan sebagai tujuan ahir perjalanannya. Di Bondowoso sendiri sama seperti daerah lain sampai sekarang masih sangat minim ditemukan bukti sejarah tentang adanya sebuah peradaban era itu. Dari minimnya bukti itu yang masih tersisa adalah keberadaan sumur majapahit di desa Ramban kulon kecamatan cerme, disana terdapat beberapa sumur tua yang diperkirakan sudah ada sejak jaman majapahit hal ...

X-PLORER GOA BUTO SUMBER WRINGIN BONDOWOSO

Gambar
Bondowoso- Peradaban Nusantara sangatlah agung, terbukti dengan banyaknya peninggalan peninggalan yang bertebaran di seluruh indonesia. Minggu 18 maret 2018 sebuah komunitas penvita sejarah Blambangan Kingdom X-plorer (BKX) mencoba berkunjung ke salah satu peninggalan peradaban Nusantara yang berada di Dusun Sumber Canting Desa Sukorejo Kecamatan Sumber Wringin Bondowoso, tepatnya di situs Goa Buto. Goa buto sendiri adalah sebuah goa yang ada relieh buto/ makara dimana terletak di lereng jurang yang sangat terjal dengan kedalaman sekitar 300m. Abd Aziz seorang juru pelihara (jupel) mengatakan bahwa situs ini ditemukan pada kisaran tahun 1980an oleh para pencari kayu, Abd aziz juga mengatakan bahwa situs goa buto oleh masarakat sekitar disebut sebagai salah satu peninggalan kerajaan majapahit dan selama ini sudah banyak di daatangi oleh para peneliti baik dari dalam maupun luar negeri juga para peneliti dari BPCB Trowulan. hal berbeda di sampaikan oleh Eric salah satu anggota BKX yang ...

PRASASTI JIYU I

** PRASASTI JIYU I ** , // swasti cri cakarawarsatita 1408 kartikamasa titi pratipadakrsna paksa, wu, cu, wara, kalawu, agneyastha, graham cara, rohininaksatra, prajapati dewata, parigha yoga, wresabkaraci. irika diwacanyajna paduka cri maharaja cri wilwatiktapura janggala kadiri prabhu natha cri girindrawarddhana nama dyah ranawijaya, bhatara [ku] monang lampahikang dwadacawarsa craddrasampurnn anira sang mokta ring indrabhawana, ring cri mahadwijacresta, bharadhuwajasutra, apasthambhasutra, caturwwedaparaga, sarwwacastra samapta, paduka cri brahmaraja ganggadhara. ya ta sinung bhumudana ring trailokyapuri, sahampihanya ring talasan nanging janggada ring pung batu catusimanya, sakendeng sengkernya, sa bhuktinya sadrwya hajinya hanutu sarasaning pracasti ring trailokyapuri wnanga sakalwiranya luputa saprakara denika sima sajero parimana tugu sakalwiranya sawah walirang Sawah pengampulan pada marika wlah 15… TERJEMAHANNYA: ** PRASASTI JIYU I ** , Selamatlah! Pada tahun saka ...

ASAL USUL DESA KRADENAN

ASAL USUL DESA KRADENAN Oleh: Mas Hidayat Aji Wirabhumi *Raden Purawijaya* Sekitar tahun 1760an, pemerintahan Pangeran Jingga Danuningrat (1736-1763) di Kerajaan Blambangan tengah menghadapi ketidakpercayaan dari rakyatnya sendiri akibat Sang Raja mulai bekerjasama dengan kompeni Belanda yang bermarkas di Surabaya dibawah pimpinan Gezaghebber Hendrik Breton. Sejak itu, rakyat mulai mendukung adik sang raja yaitu Patih Agung Wilis untuk menjadi raja yang baru. Melihat rasa cinta Masyarakat terhadap Pangeran Agung Wilis yang sangat anti terhadap kompeni Belanda, Gubernur Jenderal Hindia-Belanda, Petrus Albertus van der Parra memerintahkan agar sesegera mungkin Blambangan ditaklukkan. Saat itu memang seluruh kerajaan-kerajaan di Jawa telah takluk pada kompeni Belanda, dan hanya tinggal Blambangan saja yang masih merdeka. Untuk melaksanakan perintah atasannya, Gezaghebber Hendrik Breton memerintahkan kepada Kapten Ferdinand Carel van Hogewitz, penguasa Loji Pasuruan, agar bekerjasama ...