Postingan

Menampilkan postingan dengan label wong agung wilis

PARA PENGAWAL GUNUNG BAYU

Gambar
Balambangan telah kehilangan raja terakhirnya, setelah Pangeran Balambangan III Agung Wilis pada tanggal 18 mei 1768 tertangkap di Banyualit dan kemudian dibuang bersama puteranya, Mas Stradi, ke Banda. Namun hal itu bukan peperangan terakhir di Balambangan, justeru menjadi awal perang sporadik yang akan bertubi-tubi sampai 37 tahun kemudian. Keadaan yang sulit di Balambangan tersebut sampai membuat Gubernur Jenderal kompeni di Batavia, P.A. van der Parra meminta saran dari Pangeran Orange di Negeri Belanda. Dia mengatakan bahwa dirinya dan anak buahnya sudah tidak tahu lagi, apa yang harus mereka perbuat untuk menundukkan Balambangan. Seusai Agresi Militer kedua kompeni tahun 1768, Gezaghebber Joan Everard Coop a Groen kembali ke Surabaya. September 1769 dia tewas karena wabah aneh. Pengganti Joan Everard Coop a Groen sebagai Gezaghebber Surabaya adalah Hendrik Breton. Dia mengangkat Jacop Guttenberger dan Johan Gotlieb Jenengen sebagai Residen sementara di Balambangan yang menjabat...

LINTAS KOMUNITAS GELAR SARASEHAN DUKUNG WONG AGUNG WILIS JADI PAHLAWAN NASIONAL

Gambar
Banyuwangi- Berawal dari kegelisahan para pegiat sejarah di Kabupaten Banyuwangi tentang tidak adanya sosok pahlawan Nasional dari kota Gandrung, ahirnya beberapa komunitas pegiat sejarah megadakan sarasehan yang bertema "A dakah Sosok Tokoh Pahlawan Blambangan". Dan ahirnya Sarasehanpun sukses digelar pada hari kamis (20/9) di Pendopo Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kab. Banyuwangi. Acara yang dibuka oleh P. Choirul Ridho ini digelar pada pukul 13:30 WIB, terbukti mampu menarik hampir seratusan orang dari berbagai komunitas dan umum untuk menghadiri dan ikut serta dalam mengsukseskan pengajuan nama sosok tokoh pahlawan dari bimi Balambangan. Dalam paparan awal yang disampaikan oleh bapak Samsubur seorang sejarawan senior asal kecamatan Kalibaru mengatakan setidaknya ada tiga tokoh yang pantas dijadikan " Pahlawan dari  Bumi Balambangan", yakni Wong Agung Wilis, Mas Ayu (sayu) Wiwit, dan Mas Rempeg (pangeran Jogopati). tetapi yang paling lengkap datanya baik dar...