Postingan

Menampilkan postingan dengan label bondowoso

LINTAS KOMUNITAS GELAR SARASEHAN DUKUNG WONG AGUNG WILIS JADI PAHLAWAN NASIONAL

Gambar
Banyuwangi- Berawal dari kegelisahan para pegiat sejarah di Kabupaten Banyuwangi tentang tidak adanya sosok pahlawan Nasional dari kota Gandrung, ahirnya beberapa komunitas pegiat sejarah megadakan sarasehan yang bertema "A dakah Sosok Tokoh Pahlawan Blambangan". Dan ahirnya Sarasehanpun sukses digelar pada hari kamis (20/9) di Pendopo Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kab. Banyuwangi. Acara yang dibuka oleh P. Choirul Ridho ini digelar pada pukul 13:30 WIB, terbukti mampu menarik hampir seratusan orang dari berbagai komunitas dan umum untuk menghadiri dan ikut serta dalam mengsukseskan pengajuan nama sosok tokoh pahlawan dari bimi Balambangan. Dalam paparan awal yang disampaikan oleh bapak Samsubur seorang sejarawan senior asal kecamatan Kalibaru mengatakan setidaknya ada tiga tokoh yang pantas dijadikan " Pahlawan dari  Bumi Balambangan", yakni Wong Agung Wilis, Mas Ayu (sayu) Wiwit, dan Mas Rempeg (pangeran Jogopati). tetapi yang paling lengkap datanya baik dar...

TERBELAHNYA BALAMBANGAN MENJADI ENAM KABUPATEN

Gambar
Sejak dibentuk tahun 1352, Balumbunan hanyalah sebuah desa di kaki Gunung Lumbu. Kemudian menjadi Perdikan pascaperang Nambi 1331, yang seiring berjalananya waktu dan perkembangan jumlah penduduk, maka dinaikkan statusnya menjadi sebuah Kadipaten, dipimpin oleh Sri Bima Chili Kepakisan. Dia ditunjuk karena jasanya pada Kemaharajaan Nagara Jawa/Majapahit. Arsip BKX Babad Dalem di Bali dan Suluk Balumbung yang menyebut tentang tokoh bernama Bima Chili Kepakisan berkuasa di Balumbunan tahun 1340 (Babad Dalem) atau 1352 (Suluk Balumbung) sebagai asal muasal Balambangan. Sedangkan Babad Sembar menyebutkan bahwa Balambangan dimulai dari Lembu Mirudha dan Mas Sembar di Lumajang sebagai asal-usul Balambangan. Mana yang lebih tepat? Menurut tafsir penulis, keduanya dapat dibenarkan karena _"wit perkawit tanah Lumajang seanteornipun kadadosaken Nagari Balambangan_". Jadi, baik Lamajang dan Balumbunan kemudian menjadi satu dengan nama Balambangan. Lalu siapa yang mempersatuk...

SUMUR MAJAPAHIT DESA RAMBAN BONDOWOSO

Gambar
Bondowoso- Sejarah perjalanan Prabu Hayam wuruk pada tahun 1281 saka atau tahun 1359 masehi selama ini memang masih menjadi tanda tanya besar. Salah satu sumber tertulis hanyalah sebuah kitab bernama Negara Krtagama yang ditulis Empu Prapanca atau yang nama aslinya Dang Acarya Nadendra. Dalam kitab yang berisi tentang kondisi kerajaan majapahit dengan sosio politiknya juga berisi rute perjalanan sang Prabu mengunjungi daerah daerah bawahannya di jawa timur. Salah satu daerah yg menjadi jalur perjalanan ini adalah Pakembangan (Bondowoso sekarang) disana sang Prabu menginap sebelum menuju Patukangan sebagai tujuan ahir perjalanannya. Di Bondowoso sendiri sama seperti daerah lain sampai sekarang masih sangat minim ditemukan bukti sejarah tentang adanya sebuah peradaban era itu. Dari minimnya bukti itu yang masih tersisa adalah keberadaan sumur majapahit di desa Ramban kulon kecamatan cerme, disana terdapat beberapa sumur tua yang diperkirakan sudah ada sejak jaman majapahit hal ...