KEBOAN ALIYAN, RITUAL ADAT KUNO YANG MAMPU BERTAHAN RATUSAN TAHUN
Rogojampi. Minggu pagi (16/9) suasana desa Aliyan kecamatan Rogojampi Banyuwangi nampak lebih ramai dibandingkan biasanya, rumah-rumah dihiasi dengan gapura bambu dan janur kuning, juga membunyikan lagu-lagu tradisional lewat pengeras suara, nampak juga sejumlah warga menggelar tikar dan tumpeng di jalan desa.
Bukan tanpa alasan warga desa Aliyan melakukannya, tak lain adalah untuk ritual adat tahunan Keboan, yang diadakan setiap Awal bulan Suro pada penanggalan jawa.
Acara pagi itu diawali dengan syukuran di jalan desa yang dipimpin langsung oleh tokoh agama setempat lewat pengeras suara yang ada di masjid.
Seolah tanpa dikomando puluhan warga tiba-tiba kesurupan dan bertingkah layaknya kerbau. Badannya kaku dengan tangan mengepal di dada. merekapun berlari mencari kubangan yang telah disediakan sebelumnya oleh warga desa di ikuti oleh anggota keluarga yang lain yang yelah siap dengan membawa ember berisi air bersih untuk membersihkan kepala anggota keluarganya yang kerasukan.
Ditempat Terpisah, yakni di Balai Desa Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan bahwa warga aliyan sangat luar biasa, mampu menjaga sebuah tradisi adat dijaman yang serba modern seperti sekarang.
Sambutan dari Anaspun terhenti saat sejumlah orang yang kesurupan ini memasuki pendopo desa Aliyan lalu menari dan berkubang diiringi suara gamelan yang ada di pendopo.
Julaidik atau yang lebih akrab di panggil Kang Joel salah seorang tokoh masyarakat setempat mengatakan bshwa ritual adat ini sudah ada sejak ratusan tahun lalu dan dirintis oleh buyut Wongso Kenongo yang merasa sedih ketika desa Aliyan yang tadinya subur makmur menjadi gersang dan tandus. Lewat Doanya kepada Hyang Maha Kuasa diberilah petunjuk lewat kedua anaknya yg tiba tiba bertingkah seperti kerbau (kebo), oleh karena itu sampai sekarang diadakan Upacara Adat Keboan disetiap awal bulan Suro dalam penanggalan jawa.
Kang joel menambahkan mereka (yang kesurupan) ke Balai Desa ini adalah untuk sungkem kepada Kepala pemerintahan desa selanjutnya mereka akan berjalan diarak menuju makam Mbah Buyut Wongso Kenongo untuk berdoa kepada Sang Pencipta agar masyarakat Aliyan terhindar dari segala bencana dilanjutkan dengan menabur benih dan kemudian disadarkan kembali.
Banyu Biru seorang tokoh Nasional yang turut serta dalam rombongan bupati mengatakan bahwa dirinya baru pertama ini menyaksikan secara langsung acara adat keboan ini dan merasa sangat kagum dengan apa yang diselenggarakan masyarakat desa Aliyan untuk menjaga adat dan budayanya.
Sementara itu Kepala Desa Aliyan Bapak Anton Sujarwo, SE mengatakan terima kasihnya kepada semua pihak yang telah membantu dalam terselenggaranya acara adat keboan terutama bagi seluruh warga masyarakat Aliyan di di hadapan Ratusan wisatawan yang hadir pagi itu. (mam)
Komentar
Posting Komentar