Postingan

DAFTAR NEGARA KADIPATEN DI JAWA PASKA MAJAPAJIT DALAM CATATAN H.J. DE GRAF

Gambar
DAFTAR NEGARA KADIPATEN DI JAWA PASCA MAJAPAHIT DALAM CATATAN H. J. DE GRAF Oleh: Mas Aji Wirabhumi Banten Pajajaran Cirebon Pasir Demak (meliputi Tegal dan Semarang) Pati Juwana Kudus Jepara/Kalinyamat Pengging/Pajang Mataram Jipang Panolan Gagelang Medangkungan Tuban Lamongan Gresik Giri Surabaya Wirasaba Mamenang Blitar Sengguruh Madura Barat (Arosbaya dan Sampang) Pamekasan Sumenep Pasuruan Probolinggo Panarukan Blambangan (pedalaman timur) ____________________________________ BKX News Editor : Mas Anom Mahameru  Published :Nur Wahid Aziz Peta Ujung Timur Jawa By. Stutterheim

NEGERI-NEGERI JAWA SAAT KUNJUNGAN TOME PIRES 1513

NEGERI-NEGERI DI JAWA SAAT KUNJUNGAN TOME PIRES (Perkiraan Lokasinya) By: Mas Aji Wirabhumi Raja Cumda/Sunda: Samg Briamg (Sang Hyang/Surawisesa) Menguasai pelabuhan-pelabuhan: Bantam (Banten), Pomdag (Pontang), Chegujde (Cigede), Tamgara (Tangerang), Calapa (Sunda Kelapa/ Jakarta), Chemano (Cimanuk). Raja Jaaoa/Jawa: Batara Vojyaya/Batara Wijaya Pate Amdura Negeri Choroboam/Cirebon: Lebe Upa (bawahan Pate Rodim, Damaa) Negeri Japura/Losari: Pate Codia (bawahan Pate Rodim) Negeri Teteguall/Tegal: Pate ??? (Paman Pate Rodim) Negeri Semarang: Pate Mamet (ayah mertua Pate Rodim) Negeri Demaa/Demak: Pate Rodim (Pate tertinggi di Jawa) Negeri Tidumar/Tedunan: Pate Orob (Paman Pate Onus) dia tidak tunduk pada siapapun Negeri Japara/Jepara: Pate Onus (menantu Pate Rodim?) Negeri Ramee/Rembang: Pate Morob (Paman Pate Onus) Negeri Tubam/Tuban: Pate Vira Anatimao da Raja (bawahan Guste Pate Amdura) Negeri Cedayo/Sedayu: Pate Amiza (keponakan Pate Morob...

WORKSHOP PELESTARIAN TINGGALAN ARKEOLOGI BANYUWANGI

Gambar
BANYUWANGI- Tinggalan arkeologi di Banyuwangi memanglah sangat banyak mulai jaman pra sejarah sampai era kolonial. Hal ini yang meng ilhami Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi mengadakan workshop tentang peninggalan arkeologi di Banyuwangi. Bekerjasama dengan Balai Arkeologi (balar) Jogjakarta, Disbudpar mengundang berbagai elemen mulai dari kalangan pelajar, mahasiswa, guru sejarah sampai komunitas dan budayawan Banyuwangi. Workshop yang dibuka langsung oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi M.Bramuda di pelinggihan dinas ini berlangsung meriah. Melalui sambutannya workshop ini di adakan selain untuk mengedukasi masyarakat adalah juha untuk menyambut wisata sejarah yang akan dilaksanakan mulai tahun depan. Dalam workshop ini di isi langsung oleh Kepala Balar Jogjakarta Bapak Sugeng Riyanto yang mengatakan bahwa Banyuwangi harusnya bisa berbangga karena banyaknya situs tinggalan arkeologinya sangat banyak, terlebih seperti yang sedang di eskafasi balar di s...

BABAD DESA TAMBONG

BABAD DESA TAMBONG Oleh : M. Hidayat Aji WR Tambong, sebuah desa di Kecamatan Kabat adalah satu dari beberapa nama Desa Tua di Kabupaten Banyuwangi. Setidaknya Babad Bayu menyebutkannya sebagai salah satu desa yang Bekel-nya ikut terlibat bersama Mas Rempeg dalam usaha mengusir penjajahan VOC-Belanda tahun 1771-1772 dalam Perang Bayu yang heroik itu. Dengan demikian, Tambong memiliki latar belakang sejarah yang cukup panjang. Dalam Kamus Bahasa Using Hasan Ali, Tambong adalah salah satu jenis Bambu, yakni Bambu Tambong. Mungkin dahulu, saat pertama kali pemuka desa yang babat alas di Tambong menemukan banyak bambu jenis tersebut di tempat ini. Bambu tersebut kemudian dimanfaatkan untuk bahan bangunan dan sarana umum lainnya, termasuk sebagai jembatan yang menyeberangkan penduduk dari dan menuju Kutharaja Macanputih melalui sisi utara. Siapakah pembabat desa Tambong? Mungkin kita bisa mendapat petunjuk dari cerita rakyat setempat tentang tokoh bernama Ki Anggajaya, orang yang d...

FITNAH TERHADAP BALAMBANGAN (Bagian IV)

Gambar
Sebelum memasuki bagian keempat dari daftar Fitnah Terhadap Balambangan ini, perlu kiranya penulis ingatkan bahwa, segala apa yang kami tulis selama ini, sama sekali tidak untuk menyalahkan atau membantah asumsi mayoritas publik penggemar sejarah atau cerita atau bahkan mitos dan dongeng tentang Balambangan. Kami hanya mengajak berfikir saja, terhadap apa yang sama-sama kita cintai dan kita banggakan tersebut. Balambangan. Maka kali ini, kita akan membahas tentang Fitnah keempat. Fitnah paling lucu tentang Balambangan, dimana setelah sebelumnya Balambangan kita ini dituduh sebagai Penculik Gadis, Pencuri Keris, juga difitnah Tidak tahu Budi, dan difitnah sebagai sebab Runtuhnya Majapahit dalam Paregrek. Kesan yang dibangun adalah Balambangan musuh besar Majapahit. Begitu bukan? Disinilah lucunya. (4) Runtuhnya Majapahit 1478 (Brawijaya BUTUH bantuan Balambangan) Inilah cerita tentang runtuhnya Majapahit tahun 1478 yang kata Sejarawan Belanda Penjajah, hancurnya Majapahit karena sera...

HARJABA ATAU HARJAKABA ?

Gambar
Usia Banyuwangi sudah 247 tahun! Ini usia Kota Banyuwangi apa Kabupaten Banyuwangi? Kalau disebut HARJAKABA (Hari Jadi Kabupaten Banyuwangi), mungkin benar. Tapi untuk disebut HARJABA, ah nanti dulu! Dalam tulisan ini, aku tidak bermaksud menggugat perayaan dan peringatan HARJABA, tidak. Sepenuhnya aku mendukung, dan buktinya aku selalu berusaha untuk bisa menghadiri event yg berkaitan dengannya. Walaupun kenyataannya yang kita peringati adalah HARJAKABA dan bukan HARJABA. Lalu apa beda HARJABA dengan HARJAKABA? Begini saudaraku. HARJABA 18 Desember 1771 ini menurut Suhalik dalam bukunya Lingkar Waktu, disepakati oleh para pemangku kepentingan kala itu sehingga identik dengan faktor perlawanan terhadap VOC agar lebih patriotik. Maka jatuhlah pilihan itu pada peristiwa kemenangan Mas Rempeg dalam salah satu babak Perang Bayu, 18 Desember 1771. Dari sini saja tidak ada hubungannya dg Berdirinya Kabupaten Banyuwangi yang menurut catatan De Jonge yang diamini oleh Sejarawan UGM Sri Marga...

FITNAH TERHADAP BALAMBANGAN (Bagian III)

Pada pembahasan sebelumnya kami telah memaparkan dua fitnah tentang Balambangan, yakni Balambangan difitnah sebagai penyebab runtuhnya Majapahit dalam Paregrek 1401-1406 dan Balambangan difitnah tak tahu terimakasih atas bantuan Syaikh Maulana Ishaq. Hari ini kita akan melihat dua fitnah lagi. Kali ini Balambangan difitnah sebagai pelaku kriminal. Adipati Balambangan dituduh mencuri keris pusaka Majapahit dan juga dituduh menculik salah satu Puteri Majapahit. Heran, kenapa juga para penulis jaman klasik suka banget meng-antagonis-kan Balambangan dalam karya mereka. Ceritanya begini. (3) Keris Pusaka Majapahit Dicuri (Balambangan Pencuri?) Kisah ketiga adalah kisah tentang hilangnya keris pusaka Majapahit, Kyai Sangkelat, yang katanya dicuri oleh Raja Balambangan yang entah siapa nama Raja Balambangan yg dituduh itu, karena pengarang cerita tidak menyebutkan nama. Yang jelas, kemudian raja Majapahit, yang lagi-lagi bernama Brawijaya, mengutus Mpu Supo untuk mencurinya kembali dari ...